ANAK KOLONG JEMBATANPUN MEMPUNYAI HAK.......
Pasti
sudah tak asing lagi di telinga kita sebutan anak-anak jalanan, mereka yang
hidupnya di bawah kolong jembatan tak kenal panas maupun hujan melanda...mereka
yang sangat mulia rela mencari uang untuk hidup dengan berbagai macam pekerjaan
apapun mereka kerjakan, dari pagi buta hingga matahari terbenam,mereka
rata-rata masih kecil dan seharusnya seumuran mereka itu adalah waktu untuk
menuntut ilmu atau mengenyam betapa nikmatnya belajar itu......akan tetapi nasib
berkata lain mungkin ini sudah takdir Yang Maha Kuasa. Akankah mereka bisa mendapatkan
hak-hak mereka?
Mereka
mempunyai mimpi yang tinggi,apabila mereka bersungguh-sungguh untuk menggapai
mimpinya maka Allah pasti akan menjawabnya,,,,,,, dan apabila mereka kelak
sudah sukses maka insyallah hak-hak
mereka akan dengan mudah mereka dapatkan. Seperti sekarang seorang pengamen
cilik jalanan sekarang menjadi sorotan mata dunia karena surannya yang begitu
merdu tegar bisa menjadi seorang artis yang terkenal tak pernah ia sangka nasib
mujur pun datang. Ia sekarang bisa mendapatkan hak-hak nya yang dulu belum ia
dapatkan.
Sering kita mendengar bahwa banyak
sekolah-sekolah yang gratis dan pemerintah juga sudah memberikan dana sekolah
bagi anak-anak yang kurang mampu akan tetapi mengapa mereka masih saja belum
bisa menikmati bangku pendidikan? mereka juga manusia dan kita wajib
menyayanginya serta menolong mereka, seperti yang sering kita ketahui sekarang
ini banyak remaja-remaja yang membentuk suatu kelompok atau grup untuk
menampung anak-anak jalanan,perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang sangat
terpuji dan perlu diacungi jempol.
Mereka
menggantungkan hidupnya di bawah kolong jembatan makan,tidur berteduh dari
hujan maupun panas.Apakah kita tidak kasihan melihat pemandangan tersebut?
Pasti dalam hati kita yang paling dalam mengatakan kasihan akan tetapi mengapa
masih banyak yang tidak peduli dengan mereka semua?
Setiap
orang memiliki hak masing-masing,seperti anak-anak kolong jembatan ini memiliki
hak untuk memperoleh pendidikan, hak untuk hidup, dan hak hak untuk ditolong.
Akan tetapi hak-hak mereka kini hanya tinggal nama saja buktinya sering kita
melihat anak-anak yang hidupnya bergantung di kolong jembatan di kota-kota
besar yang kelaparan, menderita, sengsara, dan tidak merasakan bangku
sekolahan. Mereka menghabiskan waktu sehari-harinnya dengan mengemis dan
menyanyi dari satu mobil ke mobil lainnya,akan tetapi sering yang mengabaikan
mereka dan bahkan para preman dengan seenaknya mengambil dan merampas uang yang
mereka dapatkan dari mengemis. Dimanakah hati para preman kepada anak-anak yang
malang itu ? kita sebagai mahasiswa marilah kita berusaha menjadi generasi muda
yang dapat dibanggakan bangsa dan negara. Semangat 45.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar